Penggunaan mesin stuffing ribbon pada proses penggulungan pita printer di PT. XYZ saat ini dirasakan kurang maksimal. Selain produktivitas rendah, mesin ini membutuhkan operator relatif banyak dengan waktu idle cukup lama. Salah satu penyebabnya adalah proses pemotongan pita masih dilakukan secara manual, ditambah dengan layout mesin yang kurang ergonomis. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perbaikan desain mesin stuffing ribbon yang sudah ada dengan menggunakan metode reverse engineering. Me¬to¬de ini diimplementasikan dengan bantuan software Pro/Engineer untuk memodelkan komponen dalam bentuk CAD model serta mengetahui geometri yang belum tersedia sebelumnya. Model CAD tersebut diperoleh melalui proses dismantling, pengukuran serta identifikasi informasi geometri komponen. Selanjut¬nya model CAD diguna¬kan untuk mengevaluasi, mengembangkan, serta menyimulasikan hasil ran¬cang¬an yang baru. Perancangan mesin stuffing ribbon dilakukan pada pengembangan jumlah liner, desain dudukan roll dan mekanisme penarik pita, serta desain mekanisme dan kontrol otomatis proses pemotongan pita. Dari hasil perancangan diperoleh desain mesin stuffing ribbon yang baru dengan spesifikasi: kapasitas mesin 1000 pcs/hari, dapat dioperasikan oleh 1 operator dengan waktu berhenti 2 detik, pemotongan dengan kawat neckline secara otomatis, daya motor 110 watt, dengan kisaran biaya prototip sebesar 4 juta rupiah.